Sinopsis
Buku Bacaan
Ignatius
Arviant Darrell Nugroho Putra
8-2/13
Jl. Artha Kencana Kav. C1, Sektor
XIII No 1
Rawa buntu, Serpong, Kota
Tangerang Selatan,Banten
Pembukaan
Judul buku
: Penemu Paling Berpengaruh Di Dunia
Editor
: Eddy Soetrisno &
Elizabeth Tara, MD
Penerbit : CIPTAMEDIA BINANUSA
Desain Cover : Asep
Hidayat Surakusumah
Setting : Fahri
Dailami
Lay Out : Yoga
Abdul Rafi
Buku ini sebenarnya tentang
tokoh, tetapi saya akan membuat Penemu yang membuat sebuah penemuan berkaitan
tentang teknologi. Buku ini terdiri 100 Penemu tetapi saya akan memasukkan
hanya beberapa penemu yang menciptakan teknologi.
Isi
Thomas Alva Edison adalah salah satu tokoh yang menemukan
bola lampu, tetapi sebenarnya Thomas Alva Edison hanya menyelesaikan penamuan
orang, meski begitu beliau tetap penemu karena tanpanya kita tidak akan
memiliki bola lampu. Thomas Alva Edison lahir pada 11 Februari di Ohio. Hidup
beliau sangat miskin dan sampai Thomas Alva Edison berjualan koran untuk
memenuhi kebutuhan, ibunya mengizinkan Thomas Alva Edison membuat sebuah
laboratorium kecil.
Pada tahun 1868, Thomas Alva
Edison berhasil membuat sebuah penemuan pertamanya yaitu Mesin Penghitung
Suara, tetapi DPR menolak benda tersebut karena angkanya mereka tak ingin
penghitungan suara dilakukan secara lebih cepat dari biasa. Penemuan berikutnya
adalah Perbaikan-perbaikan dari sistem telegram dengan puncaknya pada penem,uan
suatu sistem di mana empat macam pesan dapat dikirimkan sekaligus melalui satu
kawat.
Pada tahun 1876, Thomas Alva
Edison telah menjadi orang yang kaya dan terkenal. Ia berhenti mengelola
pabrik-pabrik yang memproduksi penemuannya dan mendirikan laboratorium penemuannya
pertama. Ia menguji beberapa orang asisten untuk membantu mengembangkan ide-ide
suatu yang bisa dijual. Pada tahun 1889, Thomas Alva Edison membuat kameran
film dan kemudian mendirikan studio untuk membuat film dengan sistem
pertunjukan Intip. Pada tahun 1896 Henry Ford meminta kepada Thomas Alva agar
memberi beberapa petunjuk.
Pada tahun 1912, Sesungguhnya Edison akan menerima hadiah Nobel. Tetapi
hadiah Nobel untuk pembangkitan dan penyebaran tenaga listrik itu harus
diterimanya bersama asistennya, Tesla. Permusuhan antara kedua orang tersebut
semakin besar. Pada tahun 1931, Thomas Alva Edison wafat pada umur 86 tahun.
Benjamin Franklin dilahirkan dari keluarga Inggris yang telah
berimigrasi ke Amerika Serikat, ia merupakan salah satu tokoh menarik dan
terkenal pada abad ke-18. Dari sejak kecil Franklin sangat senang membaca buku.
Ia pernah kerja magang pada percetakan milik abangnya, James. Pada tahun 1748,
saat i menjadi Duta besar di Kerajaan Perancis, ia menemukan kacamata dengan
fokus ganda. Sebelum itu ia terus menerus bergaganti-ganti kacamata untuk
melihat jauh dan membaca dekat.
Di bidang ilmu, Franklin merupakan orang yang kaya akan khayalan, yang
meramalakan banya sekali hal-hal yang mungkin takkan terjadi sewaktu ia masih
hidup. Salah satu penemuannya adalah perapian pensylvania atau kompor Franklin
yang dibuatnya pada tahun 1740. Perapian ini adalah penyempurnaan perapian yang
ada pada waktu itu.
Percobaan
Franklin yang paling terkenal dibuat untuk membuktikan bahwa petir adalah
peristiwa petir. Di tahun 1752, ia menaikkan layang layang di suatu hari hujan
badai. Layang-layang raksasa itu terbuat dari sutera dan kerangka yang
bersilang dengan tali layang-layang yang pada ujungnya terikat dengan pita
sutera.
Api
listrik mengalir cukup banyak dari kunci ke pergelangan tanganmu. Franklin
beruntung hanya melihat loncatan api listrik. Orang lain melakukan percobaan
tersebut ada yang langsung tewas. Ia membelah
lensa-lensa kacamatanya, dan melekatkan belahan tersebut dalam suatu bingkai.
Ini memungkinkan ia mengamati orang yang
berbicara padanya dari seberang meja makan serta apa pun yang akan dimakannya.
Kemungkinan yang dimaksud dengan orang diseberang meja itu adalah wanita-wanita
cantik. Franklin tak pernah meminta hak paten atas penemua-penemuannya. Ia
percaya akan tukar-menukar secara bebas ilmu pengetahuan dan keterangan, sebab,
tulisannya.
Penutup
Kita harus menghormati semua penemu dengan mengetahui biografinya karena
jika kita engetahui biografi orang peting
baerarti kita menghormati para penemunya dan beliau sudah berusaha
semampu jiwa dan raga hanya untuk menciptakan sebuah benda-benda. Dengan
membaca buku ini, saya mengetahui teknologi yang dibuat penemu.
Benjamin Franklin meskipun hidup orang kaya tetapi dia suka membaca dan
logika bisa berjalan. Dengan berjalan logikanya dan suka membaca buku membuat
Benjamin Franklin dapt menemukan hal yang berguna dan sangat penting yaitu
penyangkal petir, tanpanya kita akan hidup tanpa penyangkal petir. Jika tidak
ada penyangkal petir akan menyebabkan saat ada sambaran petir, akan membuat
rumah dan bangunan akan tersambar petir yang menyebabkan terjadinya kebaran.
Beliau tidak hanya membuat penangkal petir tetapi membuat banyak
penemuan-penemuannya.
Thomas Alva Edison adalah orang miskin yang ingin berkembang menjadi
orang yang maju dan sukses. Meskipun Thomas Alva Edison tidak sekolah saat
pertengahan SD dan beliau diajarkan Ibunya. Thomas Alva Edison adalah seorang
penjual koran. Coba kita membayangkan jika penjual koran dapat menjadi orang
yang sukses yaitu menjadi orang kaya dan penemu yang kaya dan terkenal. Dengan
segala usahanya dia bisa menciptakan bola lampu yang sangat berguna dalam
kehidupan. Dia bisa sukses tanpa jeri payahnya yang ia keluarkan bahkan Thom,as
Alva Edison menjadi cacat karena percobaanya.
Kedua Penemu ini sangat berguna dan yang mengekluarkan semua usahanya,
tetapi hanya kedua penemu ini saja yang mengeluarkan jerih payah. Tetapi ribuan
penemu harus memikirkan segalanya dalam yang ingin ditemukan. Saya bersyukur
para penemu ini ada, jika tanpa penemu itu semua ciptaannya tidak akan ada.