Senin, 22 Februari 2021

Ringkasan teks hikayat Ignatius Arviant/X-IPS-1/6

 Pada zaman dahulu kala di negeri antah berantah yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Maharaja Indera Dewa. Ada sepasang suami istri yang sangat miskin. Si Miskin adalah raja yang dikutuk oleh Batara Indera. Pada suatu hari, raja-raja, menteri, hulubalang, dan rakyat sedang menghadap baginda raja. Si Miskin juga ingin datang menghadap. Sebelum si miskin ini bertemu dengan raja, dia diolok-olok. Tak berapa lama, istri si miskin hamil tiga bulan. Sang istri ingin sekali makan buah tempelam (mangga) yang ditanam di taman raja. Si miskin pergi ke pasar dan menemui pedagang buah, meminta buah tempelam yang busuk untuk istrinya yang sedang hamil. Orang-orang yang biasanya mengusir dan memukulinya, merasa kasihan. Mereka tidak hanya memberikan buah tepelam, tetapi juga nasi, bahan pakaian, dan buah-buahan. Tetapi Istrinyamalag  menangis dan menolak semua pemberian itu. Akhirnya sang istri melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan. 

Pesan moral: Kita harus bijaksana dalam mengalami masalah apa pun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas PKN HAM Ignatius Arviant DNP

 HAM itu sangat penting karena hak manusia yang sangat penting karena manusia mempunyai hak kesetaraan, kebebasan, dan lain-lain. Contohnya ...