Minggu, 02 Mei 2021

Tugas Glosarium Ignatius Arviant/X-IPS-1/6

 1) Analisis:  aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.

2) asumsi adalah dugaan atau anggapan sementara yang belum terbukti kebenarannya dan memerlukan pembuktian secara langsung

3) Dedukasi:  penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum; penyimpulan dari yang umum ke yang khusus; 

4) Induksi: Metode pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum; penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum; penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah khusus

5) Development: perkembangan, atau pengembangan. Bisa juga diartikan sebagai ekspansi, atau penyebarluasan

6) Eksploratif : Kegiatan yang bersifAt mencari dan eksplorasi

7) kritis adalah sebuah tindakan menanggapi informasi yang kita terima dengan mempertimbangkan seluruh aspek terkait informasi tersebut

8) Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti

9) Kualitatif: Memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.

10) penelitian sosial: penyelidikan tentang satu gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih gejala sosial melalui metode ilmiah

11) skeptis: sifat/sikap yang cenderung menimbulkan rasa curiga atau tidak percaya, dan bersikap hati-hati atas suatu tindakan.

12) verifikatif merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menguji atau membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

Tugas Sosiologi Ignatius Arviant DNP/10-IPS-1

 1. -Logis, yaitu sesuai dengan logika. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat. Dalam logika, berbagai hal ditimbang secara objektif berdasarkan data dan analisis akal sehat.

-Analitis, yaitu bersifat analisis. Pada hakikatnya, analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Dengan berpikir analitis, seseorang didorong untuk membuat keputusan yang lebih baik.undefined 

2. -Objektif : Seorang peneliti tidak boleh menggabungkan perasaan pribadinya kedalam penelitian yang bersifat subjektif. Agar menghasilkan sebuah penelitian yang baik, maka peneliti harus bekerja sesuai dengan data-data yang ia dapatkan dilapangan. 

-Kompeten : Seorang peneliti harus memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu.

-Faktual : Seorang peneliti harus bekerja sesuai dengan fakta yang ia peroleh.

3. Menentukan topik dan masalah penelitian. Hal ini dilakukan untuk menentukan masalah yang akan diteliti. Seorang peneliti itu melakukan penelitian karena ingin mendapatkan jawaban dari masalah tersebut

-Melihat studi penelitian yang sudah ada sebelumnya, hal ini dilakukan untuk menghindari plagiasi

-Latar belakang dan perumusan masalah. Latar belakang masalah dalam penelitian ini dibuat karena seorang peneliti harus menjelaskan alasannya melakukan penelitian tersebut. 

-Membuat tujuan penelitian. Hal ini harus berkaitan dengan kebermanfaatan akademik maupun sosial

-Landasan Teori. Dalam sebuah penelitian diperlukan sebuah landasan teori untuk menganalisis masalah penelitian. Landasan teori itu dapat dipahami sebagai dasar teoritis bagi peneliti untuk memecahkan masalah. 

-Merumuskan hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara penelitian

 

tugas Hidrosfer Geografis Ignatius Arviant DNP/10-IPS-1

 1. Evaporasi: proses di mana air yang ada di laut, rawa, sungai dan lainnya menguap karena adanya pemanasan dari sinar matahari. Dalam hal ini, air diubah menjadi uap air atau gas, sehingga bisa naik ke atmosfer. Terus terjadinya Transpirasi: proses ini serupa dengan evaporasi, hanya saja proses penguapan ini terjadi pada jaringan makhluk hidup, seperti tumbuh-tumbuhan. Setelah itu terjadinya Kondensasi: proses di mana berubahnya uap air di atmosfer menjadi partikel es yang sangat kecil di suhu yang rendah. Partikel es tersebut saling mendekat satu sama lain, sehingga akan menggumpal sebagai awan. Setelah Kondensasi terjadinyaPresipitasi: ketika terlalu banyak air yang terkondensasi maka tetesan air di awan akan menjadi besar dan berat untuk menahan di udara sehingga jatuh sebagai hujan, salju atau hujan es.


2.  -Air tanah permukaan (Freatik), yaitu air tanah yang letaknya berada di atas dari lapisan kedap air. Air tanah ini banyak dipakai di daerah permukiman untuk kebutuhan rumah tangga. Air tanah jenis ini adalah seperti air sumur, sumber mata air, sungai, danau dan rawa

-Air tanah dalam (Artesis), yaitu air tanah yang letaknya di bawah dari lapisan kedap air. Untuk mendapatkan air jenis ini harus dilakukan usaha yang lebih yaitu pengeboran untuk menembus lapisan kedap air itu yang terdiri dari batuan.

3. Sungai dibedakan menjadi tiga
Ciri-cirinya :
Hulu
•Daerahnya dekat mata air, cth di pegunungan
•Banyak dijumpai bongkahan batuan besar di badan sungai

Tengah
•Masih dijumpai bongkahan batu cukup besar
•Terjadi erosi vertikal dan horizontal

Hilir
• Sudah tidak dijumpai bongkah batu
•Daerahnya dekat dengan laut
•Aliran air lambat, semakin ke muara semakin lambat


4. Sungai hujan: Airnya berasal dari proses presipitasi (hujan) dan keluar melalui mata air di bagian hulu. 
  • Sungai gletser: Airnya berasal dari es atau salju yang mencair. 
  • Sungai campuran: Airnya berasal dari proses presipitasi dan pencairan es atau salju.

5. -Dendritik merupakan pola aliran yang berbentuk seperti cabang batang pohon dan berada di wilayah datar dengan struktur batuan homogen.

-Radial Sentrifugal merupakan pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api.

-Rectangular merupakan pola aliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dan sesar (patahan) dengan ciri ditandai oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur kekar dan patahan.

-Trelllis merupakan pola aliran sungai yang anak sungainya hampir sejajar dengan sungai induknya, biasanya berada di wilayah patahan.

-Sentripetal merupakan pola aliran yang berlawanan dengan pola radial, di mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi).

-Annular merupakan pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu.

-Pararel merupakan suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam/terjal.

-Pinnate merupakan pola aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan sungai induk dimana sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.




Tugas PKN HAM Ignatius Arviant DNP

 HAM itu sangat penting karena hak manusia yang sangat penting karena manusia mempunyai hak kesetaraan, kebebasan, dan lain-lain. Contohnya ...