Minggu, 02 Mei 2021

tugas Hidrosfer Geografis Ignatius Arviant DNP/10-IPS-1

 1. Evaporasi: proses di mana air yang ada di laut, rawa, sungai dan lainnya menguap karena adanya pemanasan dari sinar matahari. Dalam hal ini, air diubah menjadi uap air atau gas, sehingga bisa naik ke atmosfer. Terus terjadinya Transpirasi: proses ini serupa dengan evaporasi, hanya saja proses penguapan ini terjadi pada jaringan makhluk hidup, seperti tumbuh-tumbuhan. Setelah itu terjadinya Kondensasi: proses di mana berubahnya uap air di atmosfer menjadi partikel es yang sangat kecil di suhu yang rendah. Partikel es tersebut saling mendekat satu sama lain, sehingga akan menggumpal sebagai awan. Setelah Kondensasi terjadinyaPresipitasi: ketika terlalu banyak air yang terkondensasi maka tetesan air di awan akan menjadi besar dan berat untuk menahan di udara sehingga jatuh sebagai hujan, salju atau hujan es.


2.  -Air tanah permukaan (Freatik), yaitu air tanah yang letaknya berada di atas dari lapisan kedap air. Air tanah ini banyak dipakai di daerah permukiman untuk kebutuhan rumah tangga. Air tanah jenis ini adalah seperti air sumur, sumber mata air, sungai, danau dan rawa

-Air tanah dalam (Artesis), yaitu air tanah yang letaknya di bawah dari lapisan kedap air. Untuk mendapatkan air jenis ini harus dilakukan usaha yang lebih yaitu pengeboran untuk menembus lapisan kedap air itu yang terdiri dari batuan.

3. Sungai dibedakan menjadi tiga
Ciri-cirinya :
Hulu
•Daerahnya dekat mata air, cth di pegunungan
•Banyak dijumpai bongkahan batuan besar di badan sungai

Tengah
•Masih dijumpai bongkahan batu cukup besar
•Terjadi erosi vertikal dan horizontal

Hilir
• Sudah tidak dijumpai bongkah batu
•Daerahnya dekat dengan laut
•Aliran air lambat, semakin ke muara semakin lambat


4. Sungai hujan: Airnya berasal dari proses presipitasi (hujan) dan keluar melalui mata air di bagian hulu. 
  • Sungai gletser: Airnya berasal dari es atau salju yang mencair. 
  • Sungai campuran: Airnya berasal dari proses presipitasi dan pencairan es atau salju.

5. -Dendritik merupakan pola aliran yang berbentuk seperti cabang batang pohon dan berada di wilayah datar dengan struktur batuan homogen.

-Radial Sentrifugal merupakan pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api.

-Rectangular merupakan pola aliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dan sesar (patahan) dengan ciri ditandai oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur kekar dan patahan.

-Trelllis merupakan pola aliran sungai yang anak sungainya hampir sejajar dengan sungai induknya, biasanya berada di wilayah patahan.

-Sentripetal merupakan pola aliran yang berlawanan dengan pola radial, di mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi).

-Annular merupakan pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu.

-Pararel merupakan suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam/terjal.

-Pinnate merupakan pola aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan sungai induk dimana sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas PKN HAM Ignatius Arviant DNP

 HAM itu sangat penting karena hak manusia yang sangat penting karena manusia mempunyai hak kesetaraan, kebebasan, dan lain-lain. Contohnya ...